Perkembangan teknologi mendorong laboratorium untuk bekerja lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Proses pencatatan manual yang melibatkan banyak tahapan dapat meningkatkan risiko kesalahan sekaligus memperlambat pelayanan.
Karena itu, penggunaan Laboratory Information System (LIS) menjadi salah satu solusi untuk membantu mengoptimalkan operasional laboratorium. Namun, tidak semua sistem LIS memiliki fitur dan kemampuan yang sama. Lalu, apa saja fitur yang wajib ada dalam sistem LIS modern?
Baca Juga: Dampak Permenkes 6 Tahun 2026 Terhadap Digitalisasi Rumah Sakit

Fitur Penting yang Wajib Ada dalam Sistem LIS
1. Integrasi dengan Analyzer
Salah satu fitur penting dalam LIS adalah kemampuan untuk terintegrasi dengan berbagai alat laboratorium atau analyzer. Integrasi ini memungkinkan hasil pemeriksaan dikirim secara otomatis ke dalam sistem sehingga dapat mengurangi input data secara manual, meminimalkan risiko human error, dan mempercepat proses pemeriksaan.
2. Manajemen Data dan Registrasi Pasien
LIS perlu memiliki sistem pengelolaan data pasien yang terstruktur, mulai dari registrasi, pengambilan sampel, hingga riwayat pemeriksaan. Fitur seperti barcode dan bulk registration juga dapat membantu mempercepat proses, terutama pada pemeriksaan dengan jumlah pasien yang besar seperti Medical Check Up (MCU).
3. Monitoring Pemeriksaan Secara Real-Time
Sistem LIS modern sebaiknya mampu memberikan informasi mengenai status pemeriksaan secara real-time. Tim laboratorium dapat memantau proses mulai dari sampel diterima, pemeriksaan berlangsung, hingga hasil selesai. Hal ini membantu tim bekerja lebih terorganisir dan memudahkan pemantauan alur pemeriksaan.
4. Auto Flagging dan Verifikasi Hasil
Fitur auto flagging membantu mengidentifikasi hasil pemeriksaan yang berada di luar nilai rujukan. Hasil yang telah ditandai dapat kemudian ditinjau dan diverifikasi oleh petugas laboratorium sebelum diteruskan kepada pasien atau dokter.
5. Notifikasi Nilai Kritis
Hasil pemeriksaan dengan nilai kritis membutuhkan perhatian dan tindak lanjut yang cepat. Karena itu, fitur notifikasi critical value menjadi salah satu komponen penting dalam sistem LIS untuk membantu memastikan hasil kritis dapat segera diketahui oleh pihak terkait.
6. Quality Control (QC) Terintegrasi
LIS modern juga sebaiknya menyediakan modul Quality Control untuk membantu laboratorium melakukan monitoring dan dokumentasi QC secara lebih terstruktur. Dengan sistem terintegrasi, riwayat QC dapat tersimpan secara otomatis sehingga mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual.
7. Integrasi dengan SIMRS dan Sistem Kesehatan Lain
Laboratorium merupakan bagian dari ekosistem pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kemampuan LIS untuk terintegrasi dengan SIMRS, sistem klinik, analyzer, maupun SATUSEHAT menjadi nilai penting untuk mendukung pertukaran data yang lebih cepat dan aman.
8. Keamanan dan Pengelolaan Data
Karena menangani data pemeriksaan pasien, sistem LIS harus memiliki pengelolaan akses dan keamanan data yang baik. Hak akses pengguna, riwayat aktivitas, serta pengelolaan data yang terstruktur menjadi aspek penting dalam penggunaan LIS.
ADAMLIS, Solusi LIS untuk Laboratorium Modern
Memilih LIS bukan hanya tentang mengganti proses manual menjadi digital, tetapi memastikan sistem mampu mendukung workflow laboratorium secara menyeluruh.
ADAMLIS hadir untuk membantu laboratorium mengelola proses pemeriksaan secara lebih terintegrasi, mulai dari registrasi pasien, pengelolaan sampel, integrasi analyzer, monitoring pemeriksaan, QC, verifikasi hasil, hingga pelaporan.
Dengan sistem yang tepat, laboratorium dapat bekerja lebih efisien sekaligus memberikan pelayanan yang lebih cepat dan terintegrasi.
Ingin mengetahui bagaimana ADAMLIS dapat mendukung operasional laboratorium Anda? Jadwalkan demo gratis bersama tim ADAMLABS.